Rabu, 07 Maret 2018

Lanjutan Artikel masa masa SMA

3. Cinta Monyet yang menyesatkan tapi biasanya tak terlupakan
Secara umum remaja laki-laki menyadari dirinya butuh teman dari lawan jenis memang agak terlambat. Ya, laki-laki rata-rata mulai berani menjalin komunikasi dengan lawan jenis pada usia SMA. Lain dengan wanita, mereka secara umum justeru merasakan kebutuhan ini kala usia SMP. Tapi karena umumnya wanita tak pernah berani mengungkapkan rasa ini, jadilah seakan masa SMA tetap merupakan masa pertama menjalin komunikasi.
Orang bule biasanya bilang first love, sedang orang Indonesia sendiri banyak mengistilahkan kondisi ini dengan sebutan cinta monyet.Entah kenapa di sebut cinta monyet, padahal monyet-nya sendiri tidak pernah sekolah apalagi melakukan hal ini di sekolah. Di mana-mana tidak ada yang namanya monyet bisa sekolah, apalagi sampai tingkat SMA. Tapi entahlah, siapa yang memulai menggunakan istilah ini. Sebetulnya perasaan kuat untuk berteman secara khusus (yang orang umumnya bilang pacaran) lebih dilatarbelakangi karena adanya perasaan cemas yang melingkupi mereka. Semakin kecemasan ini muncul, semakin perasaan ingin berbagi dan bercerita secara khusus dengan orang tertentu semakin kuat. Di saat yang sama, ini juga sekaligus ajang mereka menunjukkan bahwa mereka bisa diterima secara sosial oleh orang lain. Kedua perasaan ini (kecemasan akan masa depan dan kuatnya diakui secara sosial) kadang melahirkan sikap yang membabi buta. Seakan-akan bahwa pacaran di usia SMA adalah sebuah keharusan. Anehnya, walau hubungan ini tak bermakna apa-apa, hampir semua orang sepakat bahwa justeru moment seperti itu yang tidak pernah bisa mereka lupakan seumur hidup mereka.
Bukti bahwa masa ini masa paling rawan sekaligus indah adalah, betapa banyak pasangan yang telah bertahun-tahun menikah justeru mengalami kegoncangan setelah suami atau isteri mereka mengadakan reuni (tanpa pasangan masing-masing ikut serta) tingkat SMA. Banyak kejadian-kejadian masa lalu seseorang yang kemudian meng-obsesi kembali mereka dan menggoda mereka untuk melanjutkan atau meneruskan masa lalu yang telah terlewati, padahal fase sebenarnya sudah berbeda. Inilah penyakit sebuah reuni bila para pesertanya punya obsesi masa lalu yang tak kesampaian.
4. Guru
Nah, kalau yang satu ini, biasanya yang paling diingat dengan baik oleh kita adalah guru yang menempati posisi ter (paling). Umumnya ada pada nominasi guru yang paling galak (hobby memberi hukuman dan mungkin juga pukulan (bila ada)), guru yang paling baik, paling lucu (dengan segala definisinya seperti ; kocak, culun, dan paling “mengibakan” (membuat kita iba ; misalnya sering tidak match ketika berpakaian, atau kelewat menor, kelewat atraktif atau malah kelewat lebay). Adapun guru lainnya yang juga tak akan bisa dilupakan siswa adalah guru yang berwibawa,terlihat dan terbukti cerdas dan guru yang sering membantu kegiatan siswa di sekolah, baik di intra maupun ekstra kurikuler. Sedangkan untuk guru yang biasa-biasa saja, jangankan prestasinya atau kelebihannya, namanya saja barangkali sudah tidak ada lagi dalam memori otak para siswa.
Itulah beberapa hal yangkata penyanyi Obbie Messakh kenapa orang-orang banyak berkata bahwa masa-masa SMA itu adalah masa-masa yang terindah.Kenapa disebut terindah, karena masa-masa itu masa tidak bisa kita temukandi masa yang lainnya, bahkan di dunia kuliah sekalipun, apalagi di dunia kerja.

Jangan lupa comment ya guysssss gimana pendapat kalian atas arikel ku ini😚

Tidak ada komentar:

Posting Komentar